Bukan Harta dan Tahta, Ujian Terbesar Kaum Laki-laki adalah Wanita

0
102

 Sudah ditentukan sejak awal bahwa setiap laki-laki akan memiliki pasangannya masing-masing dan karena itu juga seorang laki-laki memang ditakdirkan untuk mencintai wanita. Akan tetapi, justru wanita jugalah yang kemudian menjadi ujian paling berat untuk diterima laki-laki langsung dari Allah Swt.

Sebagai seorang laki-laki, banyak yang menjadi godaan, baik itu harta maupun tahta. Ternyata bukan itu yang terberat, melainkan seorang wanita. Itu merupakan ujian terbesar kaum laki-laki, terutama untuk laki-laki yang memeluk agama Islam.

iklan

Wanita, Ujian Terbesar Kaum Laki-Laki yang Juga Takdir Mereka

Pria mencintai wanita, sudah tertulis ketentuannya oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an yaitu pada firman berikut.

Telah ditanamkan pada manusia rasa indah dan cinta terhadap wanita, anak-anak, harta yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan lahan pertanian. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Q.S. Ali-Imran [3]: 14)

Pada ayat tersebut, dituliskan bahwa manusia akan memiliki kecintaan akan apapun yang mereka inginkan. itu termasuk di dalamnya wanita, anak, harta yang terbuat dari perak hingga emas, hewan ternak, kuda-kuda, hingga sawah dan perkebunan. Akan tetapi, jatuh cintanya seorang laki-laki pada wanita dan dunia adalah fitrah mereka, dan karena itu juga tidak ada larangan bagi seorang laki-laki untuk mencintai wanita.

Ayat tersebut menuliskan bahwa memang jatuh cintanya seorang laki-laki pada wanita dan dunia adalah fitrah mereka, dan karena itu juga tidak ada larangan bagi seorang laki-laki untuk mencintai wanita. Namun, ada satu syarat yang tidak boleh dilanggar oleh para pria yang sedang jatuh cinta, yaitu cinta tersebut tidak melanggar syariat Islam yang telah berlaku pula pada orang-orang sebelum mereka.

Maksud dari kewajaran seorang laki-laki mencintai wanita selama tidak melanggar syariah adalah selama cinta yang ia miliki itu tidak membuatnya menjadi lupa kepada Allah Swt. atau tidak membuatnya mendekat kepada maksiat. Meskipun jatuh cinta terdengar menarik, tapi sadarkah para pria bahwa sesungguhnya wanita, dunia, dan seluruh kenikmatan-kenikmatan lainnya justru merupakan sumber fitnah atau ujian terberat bagi mereka?

Awal Mula Cerita Tentang “Wanita, Ujian Terbesar Kaum Laki-Laki”

Dari Al-Qur’an surat Ali Imran di atas, tertulislah bahwa wanita ujian terbesar kaum laki-laki beserta dunia dan segala macam kenikmatannya. Bahkan di antara banyaknya yang menjadi ujian untuk laki-laki, Allah Swt. menyebutkan bahwa wanita adalah ujian yang paling berat, dan ada di peringkat pertama ujian terberat.

Ibnu Hajar mengatakan, hal tersebut bisa berimplikasi bahwa Allah Swt. menganggap wanita adalah sumber fitnah dari segala fitnah yang ada. Implikasi yang diucapkan oleh Ibnu Hajar tersebut ternyata sejalan dengan sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang dituliskan melalui Usaham Bin Zaid. Pada hadis tersebut, tertulis bahwa Nabi Muhammad Saw. mengatakan bahwa fitnah paling berbahaya bagi para lelaki yang ditinggalkan oleh Allah Swt. adalah wanita.

Banyak yang menganggap bahwa porsi hadis ini sangat proporsional, karena kini faktanya meskipun banyak wanita yang memiliki akal agak lemah bisa menundukkan pria-pria yang gagah dan cerdas. Meskipun, wanita tersebut banyak kekurangannya, tetapi tetap mampu menjerat pria-pria dengan posisi besar.

Ujian terbesar laki-laki yang berupa wanita bisa menjadi sebuah awal dari kehancuran pria tersebut. Banyak orang-orang suci nan pintar yang bekerja keras demi posisinya lalu terpaksa melakukan korupsi. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata yang memaksa pria tadi untuk melakukan korupsi adalah pasangannya.

Ini hanyalah sedikit dari apa yang bisa disebabkan kesalahan pria salah memilih wanita, karena ternyata tidak sedikit juga perang yang diawali oleh atau didasari karena para wanita. Hal inilah yang menjadi alasan tertulisnya ayat yang menjelaskan bahwa bukan harta maupun dunia yang berbahaya tetapi wanita, ujian terbesar kaum laki-laki. [Sumber: voa-islam.com]

Editor Bahasa: Santy

Ilustrasi foto: google