“Golden Age”, Saat Tepat Terapkan”Golden Parenting”

0
104
baca quran

Sebagai umat Islam, kita tentu mendambakan metode parenting yang lebih dari sekadar pendidikan untuk kecerdasan intelektual, emosional, maupun sosial anak. Untuk menjadi orangtua muslim yang baik, dibutuhkan lebih dari sekadar smart. Ya, selain mencerdaskan anak secara intelektual, emosional, serta sosial, putra-putri kita pun harus dibekali kecerdasan spiritual. Oleh karena itu, lahirlah Islamic Parenting yang dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan orangtua muslim dalam mempersiapkan generasi muslim yang berkualitas.

Apa saja ruang lingkup Islamic Parenting tersebut? Isinya lengkap seputar tata cara mendidik anak sejak ia masih dalam kandungan sampai menginjak usia remaja (baligh), bahkan sampai usia pranikah. Beberapa buku Islamic Parenting menjelaskan secara gamblang cara mendidik anak dari segi akidah dan akhlak. Ya, karena akidah adalah fondasi utama yang harus dibentuk dalam diri anak agar mereka tidak mudah tercerabut dari akar agamanya. Sedangkan akhlak adalah modal yang akan ia gunakan dalam menjalani kesehariannya saat berinteraksi, baik dalam keluarga maupun dengan lingkungan di sekitarnya.

iklan

Lantas, sudah cukupkah Islamic Parenting tersebut dijadikan acuan dalam melahirkan generasi Islam yang tangguh? Mungkin ya dan mungkin juga tidak. Tanpa bermaksud menafikan cakupan Islamic Parenting seperti yang disebutkan, ada sesuatu yang kurang dari pembahasan Islamic Parenting. Seperti juga pada smart parenting. Pada kedua metode tersebut terdapat dikotomi pemikiran. Sebut saja, smart parenting lebih condong pada pendidikan anak secara duniawi atau materi, sementara Islamic parenting lebih condong pada pendidikan ukhrawi atau spiritual. Mengapa sebuah pendidikan yang seharusnya holistik (menyeluruh) dipisahkan oleh sekat-sekat tersebut? Bukankah untuk melahirkan generasi unggul dibutuhkan lebih dari sekadar smart parenting atau Islamic parenting?

Jika kedua metode tersebut digabungkan, mungkin hasilnya akan lebih dahsyat daripada metode smart parenting dan Islamic parenting yang diterapkan secara terpisah. Bayangkan saja, sebuah metode yang mengedepankan pembinaan intelektualitas berpadu dengan pembahasan berbagai hal seputar anak dari sudut pandang psikologis dan medis, tanpa mengesampingkan pendekatan agama dalam setiap pembahasannya.

Tentu bukan main dahsyatnya bila motede ini berhasil diterapkan pada pendidikan anak. Apalagi bila kemudian disertai dengan satu hal yang tak kalah penting (bahkan mendasari keberhasilan suatu metode parenting) yakni komunikasi efektif yang diterapkan ketika menyampaikan beragam tata nilai pada anak. Tentu hal ini bisa disebut lebih dari cerdas, ini brilian! Konsep inilah yang kemudian disebut “Golden Parenting”. Mengapa harus golden parenting? Tidak lain karena untuk mengasah anak yang sedang dalam masa keemasan (golden age) tentu harus dengan pola pengasuhan (parenting) yang keemasan pula.

[Disarikan dari buku: Golden Parenting, Sudahkah Kudidik Anakku Dengan Benar?, karya Dr.Aam Amiruddin, penerbit Khazanah Intelektual, informasi buku: 08112202496]