Mengapa Kita Harus Berhaji? Ini Keutamaannya

haji

Apakah kita berpikir bahwa biaya haji terlalu mahal? Itu karena berpikir dari sisi material saja. Seandainya kita tahu bahwa keutamaan haji jauh lebih besar dari nilai rupiah yang harus kita keluarkan, maka yakin bahwa kita akan berubah pandangan. Ya, ibadah haji adalah ibadah yang memiliki keutamaan yang sangat besar dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya. Di dalam Al-Quran maupun hadis, dikemukakan tentang sejumlah keutamaan haji, antara lain:

1. Amal yang Paling Utama
Dalam banyak hadits, Rasulullah Saw. menyebutkan tentang amal-amal yang utama dan salah satunya adalah menunaikan ibadah haji. Dalam satu hadits dengan tegas dijelaskan, “Rasulullah Saw. ditanya tentang amal yang paling utama. Maka ujarnya: ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Orang itu bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Rasul menjawab: ‘Berjihad di jalan Allah.’ Orang itu pun bertanya lagi: ‘Kemudian apa lagi?’ Jawab Nabi: ‘Haji yang mabrur’” (H.R. Abu Hurairah r.a.).

2. Bagian dari Jihad di Jalan Allah

Haji juga disebut oleh Rasulullah Saw. sebagai ibadah yang derajatnya sama dengan jihad fi sabilillah. Karenanya, apabila seseorang (terutama orang tua, orang yang lemah, dan wanita) meninggal sewaktu menunaikan ibadah haji, mereka bisa saja digolongkan mati syahid. Dalam satu hadits disebutkan:

“Bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw., katanya: ‘Saya ini penakut dan saya ini lemah.’ Ujar Nabi: ‘Ayolah berjihad yang tidak ada kesulitannya, yaitu menunaikan haji.’” (H.R. Thabrani dari Husein bin Ali)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah Saw. bersabda, “Jihad orang yang tua, lemah, dan wanita ialah menunaikan haji.” (H.R. Nasa’i)

Karenanya, mengeluarkan dana untuk menunaikan ibadah haji akan berpahala sama dengan mengeluarkan dana untuk perang di jalan Allah sebagaimana terdapat dalam hadits, “Mengeluarkan biaya untuk keperluan haji sama dengan mengeluarkannya untuk perang di jalan Allah: satu dirham menjadi tujuh ratus kali lipat.” (H.R. Ahmad, Thabrani, dan Baihaqi)

3. Haji Mabrur Menghapus Dosa dan Kesalahan
Rasulullah menyatakan bahwa orang yang hajinya mabrur akan diampuni kesalahannya. Betapa banyak dosa yang kita buat selama hidup di dunia dan jika tidak segera memohon ampunan, maka malang sekali nasib kita. Limpahan materi di dunia tidak akan ada artinya jika nanti disiksa di neraka. Harta, jabatan, dan kekayaan tidak ada nilainya saat kita di akhirat, terlebih jika kita masih mempunyai dosa yang bertumpuk. Semua itu pasti akan menambah berat beban siksaan kita di akhirat. Solusi dari semua itu adalah mengerjakan haji dengan benar. Jika berniat agar haji kita mabrur dan berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya, insya Allah kita akan termasuk orang-orang yang diampuni dosanya oleh Allah Swt.

4. Menjadi Duta Allah
Kemuliaan lain dari orang yang berhaji adalah disebut sebagai duta-duta Allah sehingga hubungannya kepada Allah menjadi sangat dekat. Karena itu, manakala seorang jamaah haji berdoa, apalagi berdoanya di tempat-tempat yang mustajabah, maka insya Allah akan dikabulkan. Rasulullah Saw. bersabda:

Orang yang mengerjakan haji dan umrah merupakan duta-duta Allah. Maka jika mereka memohon kepada-Nya, pastilah dikabulkan-Nya dan jika mereka meminta ampun, pastilah diampuni-Nya” (H.R. Nasai dan Ibnu Majah).

5. Memperoleh Balasan Surga

Bisa masuk ke dalam surga merupakan dambaan setiap muslim. Karena Allah telah menyebutkan bahwa jamaah haji adalah duta Allah dan dijamin memperoleh ampunan, maka kepada orang yang sudah menunaikan haji dengan mabrur akan dianugerahi surga yang penuh dengan kenikmatan. Rasul Saw. bersabda:

Umrah kepada umrah menghapuskan dosa yang terdapat di antara keduanya, sedang haji yang mabrur tidak ada ganjarannya selain surga.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

6. Menghilangkan Kefakiran
Bukan hanya dosa-dosa yang akan diampuni, tetapi orang yang menunaikan haji juga dijanjikan oleh Allah terbebas dari kefakiran. Sudah bukan rahasia lagi bahwa orang yang berangkat haji, sekembalinya ke Tanah Air hartanya akan kembali seperti semula (sebelum dipakai untuk berhaji) atau bahkan mungkin akan bertambah. Jadi, tidak perlu khawatir uang kita akan ‘menguap’ begitu saja, karena Allah Sang Pemberi Rezeki-lah yang akan menggantinya. Memang tidak langsung dan instan, tetapi dengan izin Allah, maka akan ada pintu-pintu yang sebelumnya tidak terduga ternyata menghasilkan pundi-pundi harta. [Ali,berbagai sumber]

 

 

 

(Visited 956 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment