Bentuk-Bentuk Syirik yang Mungkin Tidak Disadari

tengkorak

PERCIKANIMAN.ID – Pengertian syirik (musyrik) diungkapkan beragam oleh para ulama. Sebagian mengatakan bahwa syirik adalah pengakuan adanya Tuhan selain Allah yang diyakini sebanding dengan-Nya dan berhak untuk disembah. Sebagian yang lain mengatakan bahwa syirik adalah meyakini adanya Tuhan selain Allah yang ia berdoa padanya sebagaimana ia berdoa pada Allah, ia takut padanya sebagaimana seharusnya ia takut pada Allah, dan ia berharap padanya sebagaimana ia berharap pada Allah.

Sebagian ulama tauhid membagi syirik menjadi dua bagian, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar terdiri dari:

• Syirik doa
Yakni berdoa kepada selain Allah seperti kepada para nabi atau para wali untuk meminta rezeki atau disembuhkan dari penyakit.

• Syirik dalam sifat Allah
Yaitu meyakini adanya selain Allah yang memiliki sifat Allah seperti mengetahui hal-hal yang ghaib.

• Syirik Al-Mahabbah
Syirik artinya mengagungkan atau mencintai selain Allah sebagaimana ia mencintai Allah.

donasi perpustakaan masjid

• Syirik Al-Thaat
Artinya mentaati selain Allah dalam kerangka maksiat kepada Allah.

• Syirik Al-Hulul
Artinya meyakini Tuhan dapat menyatu dalam jiwa manusia (sinkretisme).

• Syirik At-Tasharruf
Artinya bekeyakinan adanya selain Allah yang dapat mengatur kehidupan alam semesta khususnya manusia.

• Syirik Al-Khauf
Yaitu berkeyakinan adanya selain Allah yang secara tidak masuk akal dapat mencelakai atau membinasakan seperti keyakinan adanya roh-roh jahat, benda-benda keramat, dan lain sebagainya.

• Syirik Al-Hakimiyat
Maksudnya meyakini adanya hukum yang cocok bagi manusia padahal bertentangan dengan hukum Allah.

Sementara itu, syirik kecil terdiri dari:

• Riya
Yaitu beramal dengan niat dalam hati agar ia diperhatikan atau diberi pujian oleh manusia.

• Bersumpah bukan karena Allah
Meski bisa saja menjadi syirik besar jika yang dijadikan sumpah diyakini akan mencelakainya. Misalnya bersumpah atas nama wali yang jika sumpah itu dilanggar, maka wali itu akan membinasakannya.

• Syirik Khafi
Artinya menganggap sesuatu selain Allah ikut menentukan kejadian yang dialami. Misalnya berkata “Jika bukan karena pertolongan Allah dan pemberian si anu, pastilah.” Mengenai hal ini, Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Syu’bah dari Manshur dari ‘Abdullah bin Yasar dari Hudzaifah bin Ali Yaman bahwa Nabi Saw. bersabda: ‘Janganlah kalian mengatakan: ini adalah kehendak Allah dan kehendak fulan, tapi katakanlah: ini adalah kehendak Allah kemudian kehendak fulan .’”(H.R. Ahmad)

Untuk mengantisipasi syirik kecil, Rasulullah Saw. mencontohkan doa yang mudah-mudahan menjadi kifarat dosa (syirik kecil) tersebut. Doa tersebut adalah sebagai berikut

Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu padahal aku tahu (sadar), dan aku memohon pada Mu dari (dosa musyrik) yang aku tidak tahu (tidak sadar).” (H.R .Musnad Abu Ya’la)

Semoga kita senantiasa terhidar dari syirik, baik yang besar maupun yang kecil. Amin. Wallahu’alam [Dadang]

(Visited 281 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment