Terbukti ! Menjadi Pasutri Bisa Terhindar Dari Serangan Jantung

 

Sebagian pasangan suami istri (pasutri) memilih jalan berpisah (cerai) untuk mengakhiri permasalahan dalam rumah tangga yang sudah tidak sanggup lagi dipikul bersama. Meski dalam Islam jalan cerai dihalalkan namun salah satu perbuatan yang di benci oleh Allah Swt. Sebelum memutuskan jalan yang dibenci Allah ini sebaiknya pasutri pertimbangkan secara matang dengan hati yang lapang dan pikiran yang dingin,jernih tanpa disertai emosi. Jika diperlukan pasutri bisa meminta bantuan pihak ketiga yang bisa dipercaya untuk membantu menyelesaikan masalah rumah tangga yang mungkin sudah seperti benang kusut. Dampak dari sebuah perceraikan bukan hanya bagi keduanya namun bagi yang sudah dikaruniai buah hati akan mengalami juga.

Selain dari sisi psikologis,pasutri yang mengalami perceraian juga akan terkena dampak secara kesehatannya. Seperti yang dilaporkan laman bbc belum lami ini yang mempublikasikan tentang hasil sebuah riset di Amerika Serikat tentang dampak pasutri yang bercerai. Dalam riset yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan di Universitas Duke yang telah menganalisa sekira 15.827 orang yang bercerai antara 1992 dan 2010. Temuan laporan tersebut disebutkan bahwa orang-orang yang bercerai cenderung lebih berisiko mengalami serangan jantung dibanding teman-teman mereka yang memilih untuk tetap menikah dan bersama keluarganya.

iklan donasi pustaka2

Dari para responden tersebut, para peneliti mendapatkan fakta bahwa perempuan yang pernah bercerai sekali berisiko terkena serangan jantung lebih tinggi 24% ketimbang perempuan yang menikah. Bagi perempuan yang bercerai beberapa kali, kemungkinan terkena serangan jantung melonjak hingga 77%. Adapun risiko serangan jantung bagi pria yang sekali bercerai mencapai 10% lebih tinggi dari pria yang menikah. Sedangkan pria yang beberapa kali bercerai risikonya melonjak sampai 30%.

Salah satu periset,Profesor Linda George mengemukakan argumentasinya. “Saya berspekulasi secara ilmiah. Kita tahu bahwa tekanan psikologis berdampak pada sistem kekebalan tubuh, peradangan, dan peningkatan stres. Fungsi kekebalan akan memburuk dan jika itu terus terjadi selama bertahun-tahun, maka akan berdampak banyak secara psikis,” ujarnya.

Meski obat-obatan dapat mengurangi sejumlah risiko yang disebabkan oleh penyakit darah tinggi, rasa sakit karena perceraian belum ada jalan keluarnya. Sayangnya, penelitian yang dipublikasikan jurnal ilmiah Circulation itu tidak bisa menentukan secara pasti penyebab risiko serangan jantung lebih tinggi pada pria dan perempuan yang bercerai.

Selain itu para peneliti merekomendasikan dukungan dari teman-temannya. Salah satunya Profesor Jeremy Pearson dari British Heart Foundation menyatakan bahwa kesehatan mental dapat mempengaruhi kesehatan jantung manusia. Walau begitu, menurutnya, dibutuhkan bukti-bukti lebih lanjut sebelum perceraian bisa dianggap sebagai faktor risiko yang signifikan sebagai menyebabkan serangan jantung pasca para responden melakukan perceraian.

Sebelumnya juga ditemukan berdasarkan riset ilmiah bahwa anak-anak yang orangtuanya berpisah (cerai) akan mengalami kecenderungan terkena obesitas (kegemukan) dikemudian hari. Temuan-temuan ini setidaknya makin menguatkan bahwa pasutri dalam sebuah keluarga adalah salah satu sumber kebahagian dan sumber kesehatan hidup yang tidak didapat dilembaga manapun selain lembaga keluarga. Sobat Mapi,yuk,kita jaga rumah tangga agar terus sakinah.mawadah,warahmah (samara) dalam ridho Allah.

Ilustrasi foto: google

 

Spandukrevisi

(Visited 16 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment