Waspadai 4 Bentuk Kemusyrikan di Abad Modern

Syirik adalah menyembah dan menaati sesuatu selain Allah, termasuk di dalamnya adalah mempercayai, mempergunakan, serta berpartisipasi dalam kegiatan yang melibatkan makhluk gaib. Syirik merupakan dosa besar sebagaimana diterangkan dalam dua keterangan berikut.

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.’” (Q.S. Lukman [31]:13)

“Rasulullah Saw. bersabda: ‘Tahukah kalian dosa yang paling besar? Yaitu mempersekutukan Allah.’” (H.R. Muslim)

Disadari atau tidak, kemusyrikan telah menjalar ke segala aspek kehidupan manusia abad ini. Bentuknya bisa beragam, mulai dari hiburan, pengobatan, sampai gaya hidup yang mereka anggap lebih modern. Berikut beberapa hal yang perlu Anda waspadai karena merupakan bentuk kemusyrikan abad modern.

1. Ramalan

Saat ini, line-service ramalan marak diiklankan di televisi swasta nasional kita. Kalau dulu tarif berlangganan SMS ramalan terhitung mahal, persaingan antar sesama provider membuat harga berlangganan SMS tersebut kian murah saja. Tidak hanya itu, mereka kerap mengiming-imingi dengan sejumlah hadiah menggiurkan demi menarik minat calon pelanggan. Alhasil, ramalan pun (mulai dari peruntungan, jodoh, karier, penentuan tanggal baik, serta terawang terhadap makna nama yang bersangkutan) menjadi sebuah tren yang tidak terbendung lagi.

Tidak heran kemudian kalau tokoh-tokoh peramal kerap muncul di berbagai layar kaca layaknya selebritas. Alih-alih berpenampilan menyeramkan dan berpakaian serba hitam, para tukang ramal tersebut tampil trendi dan tidak jarang berparas menarik. Sejumlah kasus (terutama terawang nasib dan peruntungan artis) kerap ditanyakan oleh presenter infotainment kepada mereka. Perkataan para tukang ramalpun menjadi rujukan padahal Rasulullah Saw. telah bersabda, “Barangsiapa yang berkunjung kepada paranormal atau dukun, lalu bertanya sesuatu kepadanya dan dia membenarkannya, maka shalatnya tidak diterima oleh Allah selama 40 hari.” (H.R. Muslim dan Ahmad)

“Muawiyah bin Hakam As-Sulaiman r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah Saw.: ‘Ya Rasulullah, pada zaman jahiliah kami biasa mendatangi peramal, bagaimana hukumnya?’ Nabi Saw. menjawab: ‘Jangan! Jangan datangi lagi tukang ramal!’” (H.R. Muslim)

“Aisyah r.a. menjelaskan bahwa banyak orang berdatangan kepada Rasulullah Saw. menanyakan praktek paranormal. Lalu Nabi Saw. menjawab: ‘Mereka itu tidak benar!’ Para shahabat bertanya pula, ‘Kadang-kadang apa yang paranormal katakan itu memang terjadi, bagaimana itu?’ Jawab Rasullah Saw., ‘Ucapan yang benar datang dari langit, lalu terdengar oleh jin, lalu dibisikkan oleh jin ke telinga para tukang ramal…’” (H.R. Muslim)

Tentu saja ini tidak termasuk ramalan yang didasarkan pada fakta ilmiah seperti ramalan cuaca atau semacamnya.

2. Pertunjukan Sulap

Pada dasarnya, sulap merupakan sebuah seni pertunjukan yang menyajikan aksi di luar logika dengan menggunakan sejumlah trik tertentu. Sebagai sebuah seni, sulap menggabungkan antara seni tari, seni musik, seni rupa, dan lain sebagainya. Selain itu, sulap juga merupakan penerapan dari gabungan berbagai disiplin ilmu seperti ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu kimia, ilmu psikologi, dan lain-lain.

Memang, para tukang sulap mengklaim bahwa yang dilakukannya adalah murni sebuah karya seni dan jauh dari klenik ataupun mistik. Namun demikian, kita tidak boleh menutup mata pada praktek sulap yang memang melibatkan kekuatan gaib. Subut saja atraksi fenomenal menembus Tembok Besar Cina yang dilakukan oleh salah seorang pesulap internasional itu. Ya, bagaimana ia melakukan semua keajaiban tersebut kalau tidak dibantu oleh kekuatan lain?

Kalau Anda ragu apakah aksi pesulap tersebut hanyalah trik tertentu atau dibantu oleh kekuatan lain, maka ingatlah pesan Rasul Saw. berikut ini, “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu.” (H.R. Tirmidzi)

3. Pengobatan Alternatif

Ini lebih pelik lagi. Pengobatan ilmiah yang biayanya cukup mahal membuat sebagian dari kita memilih alternatif lain. Memang, hal ini tidak dilarang mengingat beberapa pengobatan alternatif menggunakan obat-obatan alami seperti herbal atau semacamnya untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Masalah kemudian muncul ketika pengobatan alternatif menggunakan media hewan sebagai pengalihan penyakit dari tubuh pasien atau penyertaan benda-benda tertentu dalam ritual penyembuhan.

Kita tentu masih ingat dengan fenomena dukun cilik yang hanya dengan air celupan tangannya (plus batu bertuah) dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Membeludaknya pasien dukun cilik ini merupakan kombinasi antara kepercayaan masyarakat akan hal-hal gaib, pendidikan yang terbatas, serta mahalnya biaya berobat ke rumah sakit atau dokter spesialis.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut” (HR. Bukhari).

Hadits ini menunjukkan bahwa seluruh jenis penyakit, memiliki obat yang dapat digunakan untuk mencegah, menyembuhkan, atau untuk meringankan penyakit tersebut. Hadits ini juga mengandung dorongan untuk mempelajari pengobatan penyakit-penyakit badan sebagaimana kita juga mempelajari obat untuk penyakit-penyakit hati. Karena Allah telah menjelaskan kepada kita bahwa seluruh penyakit memiliki obat, maka hendaknya kita berusaha mempelajarinya dan kemudian mempraktekkannya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, ”Untuk setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, penyakit tersebut akan sembuh dengan seizin Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

Maksud hadits tersebut adalah, apabila seseorang diberi obat yang sesuai dengan penyakit yang dideritanya, dan waktunya sesuai dengan yang ditentukan oleh Allah, maka dengan seizin-Nya orang sakit tersebut akan sembuh.

4. Tayangan Reality Show.

Ada orang yang takut melihat hal-hal atau makhluk gaib dan ada pula yang justru tertarik untuk menyaksikannya. Hal inilah kemudian yang ditangkap oleh para produser program televisi dan akhirnya membuat sebuah tayangan reality-show yang mengungkap keberadaan dunia lain tersebut. Program ini sepertinya cukup diminati mengingat program serupa dibuat oleh beberapa stasiun televisi swasta tanah air yang menandakan rating ataupun minat pengiklan cukup banyak atas tayangan tersebut.
Mengenai hal ini, Allah Swt. telah berfirman,

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh seitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya`auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan seitan-seitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S. Al-A’raaf [7]: 27)

Kalimat “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka” menandakan bahwa manusia tidak akan pernah dapat melihat makhluk gaib dalam hal ini setan. Kalaupun ada orang yang mengaku pernah melihatnya, maka yang dia lihat tidak lebih dari setan yang telah menyerupakan diri dalam bentuk yang dapat dilihat oleh manusia dan bukan wujud asli dari setan itu sendiri. Jadi, meyakini bahwa fenomena yang tertangkap kamera dalam reality-show sebagai perwujudan makhluk halus adalah sebuah kepercayaan yang bertentangan dengan akidah Islam. Terlebih hal tersebut kemudian mendatangkan ketakutakutan berlebih serta pemujaan terhadap mahkluk gaib yang tentu hanya akan mendatangkan syirik yang akan mengantarkan diri pada siksa neraka. [Muslik]

Fofo ilustrasi: google

 

Spandukrevisi

(Visited 52 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment