“CLBK” dengan Teman Lama, Mesti Gimana Ya?

perselingkuhan

TANYA :

Saya selalu dihantui rasa berdosa, galau, dan kesal dengan diri saya sendiri. Saya tengah mengalami cinta lama bersemi kembali (CLBK) dengan teman sekolah dulu yang sudah beristri. Bahkan, akhir-akhir ini kami sering bertemu (back street) di rumah saya. Itu kami lakukan kalau keluarga saya sedang keluar rumah. Atas perilaku ini, saya merasa berdosa. Apa yang harus saya lakukan, Teh Sasa? Jujur, saya dan dia masih menyimpan perasaan. Mohon solusinya. Jazakallah khair.

iklan donasi pustaka2

JAWAB :

Ukhti yang sedang galau, perlu diketahui bahwa di antara fitnah (ujian) yang sering dihadapai oleh seorang pria dalam pergaulannya adalah fitnah rasa ketertarikan kepada wanita yang bukan muhrimnya. Fitnah tersebut bisa terpicu berbagai hal. Umumnya, ketika dia berada di luar rumah, berjauhan dengan muhrimnya, lebih memilih meluangkan waktu berlama-lama bersama dengan bukan muhrim tanpa batas hijab iman, serta berdua-duaan di tempat sepi ataupun keramaian dengan melibatkan hati dan perasaan.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di dalam kitab sahihnya dari Usamah bin Zaid r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Aku tidak meninggalkan suatu fitnah sepeninggalku yang lebih bahaya terhadap lelaki dari fitnah wanita.” (H.R. Bukhari)

Perselingkuhan mudah terjadi saat seseorang bergaul (dengan lawan jenis) tanpa dibentengi iman dan rasa takut kepada Allah Swt. Alasan klasik, seperti bosan terhadap pasangan sah, kurangnya kasih sayang (dari pasangan sah), dan ingin merajut cinta dengan mantan (seperti kondisi ukhti saat ini) merupakan alasan perselingkuhan yang paling banyak. Apa pun alasannya, intinya yang dilakukan adalah perbuatan mendekati zina, melakukan zina, berkhianat pada pasangan sah, dan berkhianat pada amanat Allah Swt.

Kenali Tipe Peselingkuh
Dikutip dari sebuah artikel berjudul Tipe Peselingkuh di laman Selfgrowt, disebutkan bahwa tipe pria peselingkuh adalah mudah mendekati beberapa wanita lain dalam waktu yang singkat. Mereka sering menjalin hubungan dengan wanita lain dan tanpa diketahui istrinya. Pandai bersikap tidak terjadi apa-apa dalam hubungan mereka. Tipe pria peselingkuh adalah tipe yang sedikit melibatkan perasaan, bahkan hampir tidak ada perasaan sama sekali karena orientasi semata pada keuntungan fisik tanpa tanggung jawab demi terpuaskan nafsunya saja. Biasanya, orang yang memiliki sifat seperti ini sulit untuk memberikan kebahagiaan yang pasti terhadap pasangannya. Mereka cenderung menyukai kebiasaan bergonta-ganti pasangan.

Dijelaskan pula bahwa lelaki peselingkuh adalah tipe gampang bosan terhadap pasangan, tidak melibatkan perasaan dalam menjalin hubungan selingkuh, dan biasanya berlangsung singkat. Perselingkuhan ini dapat terjadi karena hilangnya cara pandang pada pentingnya keutuhan pernikahan dan keluarga. Ketidakpercayaan terhadap pasangan, kecintaan pada selingkuhan, dan kejenuhan dalam pernikahan hanya dijadikan alasan saja.

Di sini perlu ditekankan bahwa ukhti tidak bisa berharap banyak pada pasangan selingkuh. Karena, bagi dia, ukhti hanyalah satu dari wallahu a’lam berapa banyak wanita yang menjadi selingkuhannya. Sekali lagi, ukhti jangan mudah terbujuk rayuannya, semanis apa pun itu.

Aturan Preventif dalam Islam
Patut direnungkan oleh ukhti mengenai aturan Islam dalam menjauhkan umatnya dari godaan perselingkuhan.

1. Menahan pandangan, kemaluan, dan aurat.
Hal ini sebagaimana diterangkan pada ayat berikut ini. “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya…“ (Q.S. An-Nuur [24]: 30). ”Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya….” (Q.S. Al-Nuur [24]: 31). “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Israa’ [17]: 32)

2. Takut akan pertanggungjawaban di hari akhir kelak.
Yang bisa menghentikan hubungan cinta terlarang seperti yang ukhti alami adalah dengan mengingat adanya hari kesaksian seluruh pancaindra manusia terhadap keburukannya sendiri kelak pada hari kiamat. Allah Swt. berfirman, “Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan.” (Q.S. Fushshilat [21]: 22)

Upaya Menghapus Dosa
Dalam kasus ukhti, semua sudah terjadi. Tinggal sekarang tergantung ukhti mau memilih jalan yang diridhoi Allah atau jalan yang dimurkai-Nya. Tentu saja, penulis akan dengan sepenuh hati mendukung ukhti untuk memilih jalan ridho-Nya. Jika demikian yang ukhti harapkan, berikut beberapa hal yang direkomendasikan sebagai upaya menghapuskan dosa yang sudah telanjur ukhti lakukan.

1. Bertobat karena Allah Swt.
Mendekatlah kepada Allah Swt. karena ukhti membenci dan menyesali hubungan tersebut. Tentu saja, ukhti harus memutuskan hubungan dengan pria tersebut. Ingatlah firman Allah yang menyebutkan, “Hai orang-orang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (Q.S. At-Tahrim [65]: 8)

Ingatlah selalu ukhti, kita dianjurkan untuk bertobat kepada Allah Swt. sebelum pintu tobat tertutup. Sesungguhnya Allah Swt. masih menerima tobat seseorang selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan. Namun, apabila ruh sudah sampai di tenggorokan, maka tobat tidak lagi diterima, sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertobat sekarang’ Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 17-18)

2. Tingkatkan amal saleh.
“Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka dia memperoleh balasan yang lebih baik daripadanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari itu. Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkan muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (Q.S. An-Naml [27]: 89-90)

3. Beristighfar dan berdzikirlah setiap saat. Jangan biarkan hati dan pikiran kosong dari mengingat Allah Swt. Bentengi diri dengan mengingat dosa dan mohon ampun kepada Allah Swt. sepanjang hayat. Wallahu a’lam. (Sasa Esa Agustiana)

(Visited 36 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment