Agar Sukses, Mendidik Anak Jangan Mendadak

0
100

Melihat anak tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi dan sukses dalam hal duniawi maupun ukhrawi adalah capaian terbesar dalam hidup sebagai orangtua. Kesuksesan anak tersebut merupakan simbol keberhasilan kita dalam mendidik. Hal tersebut juga merupakan warisan abadi yang diturunkan orangtua kepada anaknya. Ya, ketika harta dapat berkurang bahkan habis, maka pendidikan yang kita berikan kepada anak akan senantiasa menyertai mereka sampai kapan pun dan di mana pun mereka berada dan dengannya anak dapat menjawab segala tantangan dalam petualangan hidupnya.

Ya, mendidik anak adalah kewajiban terpenting yang menjadi tanggung jawab orangtua. Namun, untuk hal sepenting ini, tidak ada sekolah atau kursus yang dapat diambil oleh orangtua sebagai bekal mendidik anak. Tidak jarang, besarnya tanggung jawab ditambah tidak adanya acuan pasti mengenai cara mendidik anak membuat orangtua memberikan pendidikan seadanya kepada anak. Iya kalau hal tersebut dapat mengatasi kompleksitas problematika pendidikan anak. Kalau tidak, maka yang terjadi adalah ketimpangan pemahaman antara anak dan orangtua yang pada gilirannya dapat menghambat komunikasi untuk kemudian memacetkannya sama sekali.

iklan

Berkaca pada nasihat Lukman kepada anaknya dalam salah satu ayat Al-Quran, kita akan menemukan empat pilar utama pendidikan dalam Islam.

“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya di waktu dia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai, anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.’ Dan, Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan, jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Lukman berkata) ’Hai, anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui.’” (Q.S. Luqman [31]: 13-16)

Ya, tidak mempersekutukan Allah, berbakti kepada kedua orangtua, bersyukur kepada Allah dan kedua orangtua, serta meyakini bahwa semua perbuatan ada balasannya adalah pilar utama dalam membentuk pribadi qurani. Karenanya, hal ini mutlak harus ditanamkan pertama kali oleh orangtua dalam jiwa anaknya sebelum kita mendidiknya dengan beragam prinsip kehidupan. Berikut prinsip-prinsip fundamental pendidikan anak:

1. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang menyeluruh, baik jasmani maupun rohani.

2. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang berfokus pada usaha menciptakan

keseimbangan dalam kemapanan kehidupan dunia dan akhirat sebagaimana tersurat dalam ayat-Nya berikut, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat-baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S. Al-Qashash [28]: 77)

3. Pendidikan Islam tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis; tidak hanya berupa perkataan, tetapi juga pengamalan secara nyata.

4. Pendidikan Islam bersifat personal, juga sosial. Dikatakan personal, sebab pendidikan Islam merupakan suatu usaha untuk membina kepribadian.Dikatakan sosial, karena kepribadian itu kelak diharapkan berpengaruh positif pada masyarakat.

5. Pendidikan Islam tidak menyalahi fitrah manusia. Dalam arti, setiap manusia lahir ke dunia dalam keadaan tidak tahu apa-apa (Q.S. An-Nahl [16]: 78) dan bahwa setiap manusia lahir dalam keadaan suci. Setelah melalui proses pendidikan, seseorang akan memperoleh pengetahuan.

6. Pendidikan Islam berlaku bagi setiap individu tanpa mengenal diskriminasi apa pun dan bahwa pendidikan tersebut akan berlangsung secara terus-menerus sejak lahir sampai mati (life-long education).

Para orangtua juga hendaknya menekankan pada hal-hal berikut.

1. Memberi penanaman akidah yang benar.

2. Menanamkan jiwa pendakwah. Artinya, orangtua sebaiknya mendidik anak untuk memiliki jiwa pendakwah atau pengajar,yaitu suka memberi contoh dalam berbuat baik dan meninggalkan kemungkaran.

3. Meneladankan akhlak mulia, seperti sabar, qanaah, tawadhu, dan dermawan.

4. Memberikan anak ilmu, dengan cara memberikan pendidikan yang baik bagi anak. Ilmu yang diberikan pada anak, mulai dari ilmu agama hingga ilmu keduniawian yang dibutuhkannya untuk hidup dan melakukan syiar, serta menjadi bekal untuk mempersiapkan kehidupannya di akhirat.

5. Memberikan pendidikan sangat penting. Tujuan akhirnya adalah anak akan lebih menyadari kebesaran Allah Swt. lewat ilmu-ilmu pengetahuan yang dipelajarinya. Selain itu, dengan pendidikan, tentu anak akan memiliki wawasan dan pola pikir yang luas untuk kehidupannya kelak. Dengan demikian, anak menjadi siap untuk berkompetisi dan menjalani kehidupannya dengan sukses saat dia besar nanti.

6. Bersikap lemah lembut serta menghindari kekerasan dalam mendidik anak.

7. Mengajarkan tanggung jawab. Anak harus diajarkan untuk selalu berani bertanggung jawab karena setiap perbuatannya kelak harus dia pertanggungjawabkan di akhirat; amal baik akan dibalas dengan kebaikan dan amal buruk akan dibalas dengan keburukan.

Memang, tanggung jawab mendidik anak adalah tanggung jawab seumur hidup. Karenanya, kita tidak akan pernah berhenti membimbing dam mendidik anak meski dia telah tumbuh menjadi manusia dewasa sekali pun. Agar wawasan dan pengetahuan kita senantiasa bertambah seiring dengan bertambahnya usia anak, adalah sebuah hal mutlak bagi orangtua untuk senantiasa menimba ilmu (mengenai cara mendidik anak). Dengan demikian, cita-cita dan tanggung jawab mulian kita menyaksikan anak sukses dunia akhirat tidak sebatas angan-angan.

[Untuk materi selengkapnya tentang pendidikan anak ini dapat diperoleh dari buku “Mendidik Tidak Mendadak” , tulisan Enny Sulistiani, penerbit Khazanah Intelektual]