Duh, Ayah dan Anak Ini Mati Sebelum Tahu Di Mana Air

Seekor anak ikan langsung menemui ayahnya di sarang setelah tadi ia bermain-main di permukaan sungai.Dalam keinginantahuan yang mendalam sang anak segera menanyakan kepada ayahnya.

Ayah, di mana dan seperti apakah rupa air itu?,tanya sanga anak.

Dari mana kamu dapatkan istilah ‘air’ itu, Nak?”jawab sang ayah dengan kagetnya.

Tadi aku bermain-main di permukaan dan ada dua orang manusia yang tengah berbicara.”

Apa yang mereka bicarakan?

“Kata mereka, ‘Di dunia ini, kalau Tuhan tidak menyediakan air,maka semua makhluk-Nya akan mati. Air adalah sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan seluruh makhluk di muka bumi.”

Sang ayah tertarik dengan ucapan anaknya. Ia pun langsung percaya dengan anaknya, karena selama ini anaknya tidak pernah berbohong.

Ayah juga tidak tahu, Nak. Tapi, mari kita sama-sama cari tahu. Mungkin para tetua di sungai ini tahu apa dan di mana air yang merupakan sumber kehidupan itu.

Ayah dan anak ikan itu akhirnya mencari tetua ikan. Mereka ingin mencari kebenaran. Akhirnya, setelah bersusah payah mencari, mereka pun bertemu dengan tetua ikan.

Wahai tetua, anakku menemukan dua manusia di permukaan. Mereka mengatakan bahwa air adalah sumber kehidupan. Semua makhluk tak bisa hidup tanpanya. Kiranya tetua tahu, di mana dan seperti apa air itu?” tanya ayah ikan.

Tetua ikan tersebut malah melongo. Seumur hidup, rupanya ia juga baru kali ini mendengar ada sesuatu bernama air yang sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk.

BACA JUGA  Mau Hidup Bahagia? Islam Berikan 7 Kunci Raih Surga Dunia

Aku sungguh tidak tahu. Mungkin anakmu salah dengar.”jawabnya dengan penuh kebingunangan.

Ayah dan anak ikan tersebut pun kecewa. Mereka lalu melanjutkan perjalanan mencari ikan lain yang tahu keberadaan dan seperti apa wujud air. Mereka mencari tidak kenal lelah.

Sampai pada satu ketika, matahari menyengat lebih panas dari biasanya. Musim kemarau rupanya telah tiba. Dan, tidak perlu waktu terlalu lama hingga kemudian air di sungai kecil itu menyurut, bahkan mengering. Ayah ikan dan anaknya menggelepar-gelepar di atas pasir. Saat itulah mereka sadar bahwa air yang selama ini mereka cari ada di sekeliling mereka dan menemani sepanjang hidup mereka. Mereka pun sadar betapa mereka membutuhkan air untuk hidup. Benarlah yang dikatakan orang mengenai air sebagai sumber kehidupan semua mahluk di dunia ini. Sayang, tidak begitu lama kemudian, kedua ikan tersebut meregang nyawa dan akhirnya mati.

Ini hanyalah kisah fiktif ,namun bisa saja terjadi pada kita saat kita sibuk mencari dan mengejar arti dan makna bahagia dalam hidup kita. Siang hingga malam atau mungkin sudah ribuan kilo malah bisa jadi sudah jutaan kilo kita mencari bahagi. Padahal bahagia itu sangat dekat bahkan sudah melekat dalam dirinya kita,namun kita tidak atau belum tahu dan terus mencarinya ke sana ke sini.Bahagia itu ada dihati,kita bisa temukan dan rasakan dengan cara mensyukuri semua karunia-Nya yang telah diberikan kepada kita.Jadi sudahkah bahagia itu kita temukan?. Wallahu’alam. [Fatih]

(Visited 15 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment