Mendongeng Sebelum Tidur, Solusi Buat Ortu Sibuk agar Tetap Dekat dengan Anak

tempattidur

SEMPITNYA  waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi para orang tua masa kini. Aktivitas yang  padat terutama mereka yang tinggal di kota besar membuat para orang tua hanya sedikit meluangkan waktu bermain dengan anaknya. Padahal, minimnya waktu dan perhatian yang diberikan orang tua dapat menyebabkan hubungan antara orang tua dan anak menjadi renggang.

Namun, jika masih memiliki waktu di malam hari sebelum anak tidur, para orang tua sebenarnya masih dapat melakukan upaya berinteraksi dengan si buah hati. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan sebelum tidur adalah mendongeng untuk anak.

promo oktober

Menurut,  Dr. Ihsana Sabriani Borualogo, M.Si. psikolog dari Universitas Islam Bandung (Unisba), pasa saat mendongeng akan ada interaksi yang dibangun orang tua kepada anak.  Komunikasi akan tetap tumbuh dengan baik walau orang tua memiliki kesibukan.  Kegiatan ini juga dapat  menumbuhkan ikatan yang kuat antara orang tua dan anak.

“Kalau misalnya, bapak atau ibunya dengan terus bergantian mendongengkan anak setiap malam sebelum tidur dapat membentuk satu perhatian yang ditunjukkan orang tua. Kemudian anak akan berpikir bahwa, oh papa dan mamaku sayang loh sama aku, perhatian loh sama aku. Karena setiap malam papa dan mamaku selalu mendongeng”, tutur Ihsana, Selasa (24/02/2015) silam.

Ia pun memaparkan, akan banyak sekali yang distimulasi oleh anak saat mendengarkan dongeng dari orang tua, seperti, dapat meningkatkan konsentrasi, pemahaman bentuk-bentuk emosi, membangun kreativitas dan imajinasinya, membentuk perhatian, dan pembendaharaan kata yang akan diperoleh anak akan semakin banyak.

“Akan ada banyak stimulasi baik yang diperoleh anak. Seperti pemahaman anak mengenai berbagai bentuk emosi yaang diekspersikan, seperti menangis berarti sedih, tertawa itu berarti senang”, paparan salah satu dosen Fakultas Psikologi Unisba ini.

Metode ini pun telah digunakan oleh salah seorang wanita karier  Sri Nuryati pada empat orang anaknya. Terpecahnya waktu yang dimiliki Sri untuk menjalani profesi seorang guru dan ibu rumah tangga membuatnya memilih dongeng sebagai bentuk pola komunikasi dan pendidikan untuk diterapkan kepada anak-anaknya.

“Karena saya juga bekerja sebagai guru, sehingga konsentrasi waktu saya terpecah. Satu-satunya cara, saya gunakan mendongeng kepada anak-anak supaya mereka mampu dengan senang hati menerima hal-hal yang ingin saya berikan kepada mereka”, Cerita Sri Nuryati saat ditemui dikediamannya, Senin (23/02).(Syifa Luthfiati)

(Visited 30 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment