“Being Single and Happy”

muslimah, sendiri

TANYA :

Teh Sasa yang dirahmati Allah, usia saya sekarang sudah kepala tiga. Ayah sudah meninggal dan sekarang tinggal berdua dengan ibu karena semua adik dan kakak sudah menikah. Saat ini, ada rasa khawatir yang menghinggapi hati saya. Akankah saya segera mendapatkan jodoh? Namun, semua saya hadapi dengan pasrah. Sisi baiknya, saya masih bisa berbakti kepada ibu meski beliau terlihat prihatin dengan keadaan saya. Apa solusi yang terbaik menurut teteh? Jazakillah atas sarannya.

 

JAWAB :

Ukhti yang disayang Allah, saya bahagia melihat ukhti masih bisa bersama dengan ibu sampai di usia senjanya. Ini berarti ukhti masih dipercaya oleh Allah untuk menjaga ibunda. Ada ayat Al-Quran yang mengingatkan kita,

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain kepada-Nya, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak dengan sebaik-baiknya, jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sudah sampai umur lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan, rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku! kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mengurusku sejak kecil.’” (Q.S. Al-Isra [17]: 23-24)

Nampaknya, kebersamaan ukhti dengan ibu bisa menjadi momen terbaik untuk meraih surga-Nya. Rasulullah Saw. pernah bersabda “Sungguh kecewa, sunguh kecewa, sungguh kecewa dan hina siapa yang mendapatkan salah satu orangtuanya atau keduanya sampai usia lanjut kemudian dia tidak dapat masuk surga (karena tidak dapat berbakti kepada mereka).” (H.R. Muslim)

Selanjutnya, kebersamaan dengan ibu dapat juga dijadikan sebagai lahan jihad, sebagaimana diterangkan Rasulullah Saw., “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw. maka dia meminta izin untuk pergi berperang. Nabi bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya!’ Sabda Nabi, ‘Pada mereka berdua berjuanglah kamu dengan berbuat baik kepadanya.’” (H.R. Bukhari)

Maka, tugas termulia adalah berbakti pada ibu sebagaimana Allah Swt. berfirman,
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Dan bersyukurlah kepada-Ku dan ibu bapakmu. Hanya kepada Akulah tempat kembali.” (Q.S. Luqman [31]: 14)

BACA JUGA  Bertanya Jodoh kepada “Orang Pintar”

Ukhti, keinginan menikah adalah fitrah setiap manusia dan sudah merupakan sunatullah bahwa manusia diciptakan di dunia ini berpasang-pasangan. Allah Swt. berfirman,
Mahasuci Allah yang telah menciptakan berpasang-pasangan segala sesuatu yang dihasilkan oleh bumi dan diri mereka sendiri dan apa-apa yang tidak mereka ketahui.” (Q.S. Yaasin [36]: 36)

Lebih lanjut, dalam surat Ali Imran ayat ke-14, diterangkan bahwa fitrah manusia untuk tertarik pada lawan jenis. Pada ayat 15 surat Ali Imran bahkan diterangkan mengenai adanya azwaajum muthaharah, yaitu pasangan di kehidupan akhirat.
Alhamdulillah, saat ini tampaknya Allah membukakan lahan amal saleh yang nilai pahalanya sangat tinggi kepada ukhti dengan berkesempatan merawat ibu di usia lanjut. Saran saya, nikmatilah ujian hidup ukhti selama menanti dan mencari jodoh. Semoga hari-hari yang dijalani semakin menambah persangkaan baik ukhti kepada Allah Swt.

Sebagai penambah motivasi, ada baiknya ukhti merenungkan ayat berikut.
…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 216)

Di balik rasa tidak nyaman karena masih single di tengah tuntutan dan harapan ibu agar segera menikah, insya Allah ukhti mampu meraih hikmah dan meningkatnya rasa syukur serta sabar. Berkaca pada kasus rumah tangga orang lain yang kerap dirundung masalah, boleh jadi keadaan saat ini adalah jalan dari Allah agar ukhti terhindar dari ujian yang lebih berat dan itu adalah salah satu wujud kasih sayang Allah Swt. kepada ukhti.

Ukhti, isilah hari-hari ke depan dengan penuh semangat. Walau masih single, ukhti harus selalu happy. Dalam firman-Nya, Allah berjanji akan menambahkan nikmat seorang hamba bila dia selalu bersyukur.

Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya, jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (Q.S. Ibrahim [14]: 7)

Wallahu a’lam.

(Hj. Sasa Esa Agustiana)

(Visited 46 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment