7 Panduan Agar Nyaman Bergaul Secara Islami

wanita karier

TANYA :

Bismillaah. Teh Sasa, saya ingin minta masukan mengenai cara membuat orang lain nyaman bergaul dengan kita.  Jawabannya sangat saya tunggu. Terima kasih sebelumnya.

iklan donasi pustaka2

 

JAWAB :

Ukhti yang dirahamati Allah Swt., manusia adalah makhluk sosial. Mereka senantiasa ingin saling berkomunikasi, tidak bisa hidup sendiri, saling membutuhkan, saling memperhatikan, dan tentunya normal bila ada hasrat ingin saling mengenal dan saling menyenangkan satu sama lain. Bahkan dalam Islam, antara sesama mukmin terikat tali ukhuwah Islamiyah; persaudaraan sesama muslim dengan ikatan keimanan yang sama.

Dalam proses interaksi tersebut, kenyamanan akan hadir bila kita berupaya membina komunikasi, silaturahmi, dan tidak ada perbedaan persepsi terhadap arti persaudaraan yang dimaksud. Secara rinci, berikut sejumlah tips yang bisa dijadikan pegangan agar kita nyaman bergaul dengan saudara seakidah.

1. Jauhi berburuk sangka dan menggunjing.
Allah Swt. berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman!Jauhilah bannyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan jangan kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu suka memakan daging saudaramu yang telah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Ttobat dan Penyayang.” (Q.S. Al-Hujuurat [49]: 12)

2. Menjauhi teman yang buruk akhlaknya.
Allah Swt. mengingatkan kita bahwa ada sebagian manusia pada hari kiamat yang menyesali pergaulan dengan temannya yang ternyata hanya membawa keburukan.
Firman-Nya,

“Dan (ingatlah) hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata, ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran ketika Al-Quran telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia. Berkatalah Rasul, ‘Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini suatu yang tidak diacuhkan.’” (Q.S. Al-Furqaan [25]: 27-29)

Dalam ayat yang lain, Allah Swt. menerangkan, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Zukhruf [43]: 67)

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk sama seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, dia akan memberimu atau engkau membeli minyak wangi darinya atau engkau akan mendapat bau yang wangi darinya. Sementara tukang pandai besi, dia akan membakar pakaianmu atau engkau akan mendapat bau yang buruk darinya.”

3. Miliki sifat pemalu seperti Rasulullah Saw.
Ketahuilah bahwa Rasulullah Saw. lebih pemalu dari gadis perawan dan apabila beliau tidak menyukai sesuatu hal itu terlihat dari wajahnya. Sifat haya (pemalu) itu termasuk bagian dari iman. Sifat haya dapat menghalangi kita dari sifat berdusta. Contoh sifat pemalu di sini adalah menghormati orangtua dan menjaga diri agar tidak terjerumus pada perbuatan maksiat.

4. Ucapkan perkataan yang baik.
Mari kita perhatikan ayat berikut.

“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka, janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya,dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 32)

5. Bertakwa kepada Allah dengan muraqabah kepada-Nya.

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 29 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment