Jauh dari Suami, Gimana Agar Tak Gampang Curiga?

pasangan

TANYA :

Teh Sasa, bagaimana ya teh caranya biar kita selalu bersikap ikhlas dan berpositif thinking? Saya akhwat yang sudah menikah dan usia pernikahan kami kurang lebih enam tahun. Akhir-akhir ini saya merasa bahwa suami semakin banyak berubah. Katanya sih sibuk dengan pekerjaannya, tapi hati saya merasakan sesuatu yang berbeda. Kebetulan kami tinggal berjauhan, dia di Jakarta dan saya di Bandung. Dia pulang seminggu sekali. Sebaiknya sikap saya bagaimana ya teh agar hati saya tenang dan suami saya pun tidak merasa dicurigai. Terima kasih, teteh.

 

JAWAB :

Istri yang dirahmati oleh Allah Swt., dalam sebuah ikatan pernikahan, idealnya setiap pasangan berlapang dada dan meluangkan waktu secara kontinu untuk me-refresh ingatan akan amalan diri masing-masing. Hal ini perlu dilakukan agar tujuan awal dan akhir pernikahan tetap terjaga dan konsisten. Pernikahan adalah sarana meningkatkan iman dan amal saleh. Pernikahan juga merupakan perwujudan ibadah kepada Allah Swt. dan menjalankan salah satu bentuk sunnah Nabi Saw.

Dalam pernikahan harus tercipta arah kemudi rumah tangga yang jelas, dibangun dengan fondasi iman yang kokoh dan pola becermin pada aturan yang sama. Tatkala badai rumah tangga datang, suami istri harus dapat saling mengingatkan dan mengajak kembali pada rel yang benar. Dengan penuh kesadaran, suami istri harus selalu mengaudit diri sendiri. Sudah ada di tahapan manakah rumah tangga yang tengah dijalani?

promooktober1

Di usia pernikahan yang sudah menginjak tahun keenam, Anda jangan heran menemukan sejumlah perubahan dari pasangan. Tentunya, pasti ada perubahan yang mengarah pada sisi positif dan juga ada perubahan ke arah negatif. Nah, agar tolok ukur penilaian kita tidak melulu bersandar pada keinginan pribadi, sebaiknya kita berkaca pada standar akhlak Rasulullah Saw. Ini dilakukan agar penilaian kita fair dan tidak ada yang merasa tersakiti dan terzalimi.

Saya paham, Anda tak mampu menafikan feeling sebagai seorang istri. Ketahuilah, feeling seorang istri memang lambat laun akan terasah dengan sendirinya sehingga Anda memiliki kepekaan yang lebih tajam. Namun seiring berjalannya waktu, Anda akan membiasakan diri menerima atau berusaha mengadakan kompromi untuk perbaikan bersama.

Hal tersebut normal dan wajar adanya apabila Anda termasuk tipe orang yang memperhatikan detail perubahan sikap suami. Pada dasarnya, hanya Anda yang paling tahu permasalahan yang terjadi sebenarnya dan tolok ukur yang harus dipakai untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Anda harus tetap siap dengan zona terburuk sekalipun. Tapi jangan lupa rumusnya tadi, pakailah cermin akhlak Rasulullah Saw. untuk menyelesaikan persoalan Anda dan suami. Akhlak Rasulullah Saw. adalah Al-Quran dan sunnahnya. Jangan sampai Anda berdosa karena berawal dan berakhir hanya sebatas suudzan (sangka buruk) tanpa fakta.

Berusahalah mengurai masalah dan mencari fakta yang jelas. Dalam kasus ini, Anda menemukan perubahan pada sikap suami yang membuat bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya. Hal tersebut tidak bisa Anda diamkan saja. Anda harus segera menindaklanjutinya dengan mengambil langkah penuh perhitungan yang matang. Yang pertama perlu Anda lakukan tentu saya berbicara empat mata dengan suami. Secara langsung, katakana kepadanya yang Anda rasa hilang dari diri suami. Apabila dia mengelak, hanya diam, atau tidak berespons, maka utarakan perasaan mengganjal dalam diri Anda pada suami. Tentu, sebelumnya Anda sudah harus berbenah memperbaiki diri. Jika selama ini Anda merasa sudah on the right track namun suami tambah menjauh dengan sejuta alasannya, Anda tetap harus tenang dan jangan terpuruk tak berdaya.

Selanjutnya, bila ternyata tak ada jawaban pasti dan masalah terus terjadi dan berulang, maka Anda memerlukan data tambahan. Anda bisa bertanya pada teman-teman dekatnya untuk mengadakan investigasi atau mencari tahu kebiasaan suami di luar rumah. Siapa tahu, meski Anda yang merasa paling tahu watak asli suami, ternyata dia tidak menampakkan wajah aslinya di depan Anda. Saran saya, tempat tinggal berjauhan jangan dijadikan kendala. Sebaiknya Anda berkunjunglah di luar waktu yang rutin kunjungan suami.

Coba temani suami untuk beberapa acara yang biasanya Anda tidak diajak. Tidak usah sedih atau kecewa bila awalnya ia menolak atau setengah terpaksa mengajak Anda atau malahan semakin menghindar dengan alasan sibuk kerja. Secara logika, tak mungkin dia kerja terus dan tidak membutuhkan refreshing atau waktu berkumpul dengan Anda dan keluarga. Suatu saat, Anda akan menemukan alasan perubahan sikap suami tersebut.
Selanjutnya, ketika Anda semakin yakin dengan feeling yang mengatakan ada yang berbeda, kontrollah diri dan suami dengan doa karena doa adalah usaha manusia berserah pada Pencipta-Nya. Berlindunglah kepada Allah agar suami dan Anda mendapat bimbingan-Nya dalam melewati masa-masa tersebut.

Sebagai penutup, mari kita simak sebuah hadits yang menyuruh kita untuk menunaikan kewajiban sebaik-baiknya pada pasangan, bersikap baik satu sama lain, dan menjauhi sikap saling menzalimi dalam segala bentuknya. “Wahai hambaku sesungguhnya Aku (Allah Swt.) mengharamkan kezaliman atas diri-Ku, maka Aku mengharamkan pula di antara kalian saling menzalimi.” (H.R. Muslim)

Hj. Sasa Esa Agustiana

(Visited 55 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment