Godaan Zina dan Kisah Al-Miski

Oleh :  Ayat Priyatna Mukhlis

Dikisahkan, pada zaman Bani Israil ada seorang pemuda yang bekerja sebagai penjual kain keliling. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah yang lain, dari satu kawasan ke kawasan yang lain, dari satu lorong ke lorong yang lain, dan dari satu rumah ke rumah yang lain memanggul kain dagangannya. Orang-orang pun mengenalnya sebagai Si Penjual Kain Keliling. Di antara kelebihan pemuda ini adalah postur tubuhnya yang gagah, kulitnya yang putih, wajahnya yang tampan, dan keramahannya yang mampu memikat konsumen. Siapa pun yang melihatnya akan terpesona.

iklan donasi pustaka2

Suatu hari ketika sedang berkeliling menjajakan dagangan, tiba-tiba ada seorang wanita memanggilnya. Ia pun datang menghampiri. Wanita ini menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Begitu masuk rumah, si wanita langsung menutup pintu rumahnya. Wanita itu sangat terpesona dengan ketampanan Si Penjual Kain Keliling. Wanita itu berkata, “Wahai pemuda tampan, sebenarnya aku memanggil tidak untuk membeli barang daganganmu, tapi semata-mata karena aku sangat mencintaimu. Selama ini aku tergila-gila pada ketampananmu.”

Pada saat itu, tak ada seorang pun di dalam rumah selain mereka berdua. Wanita tersebut terus menerus merayunya untuk berzina. Sang pemuda pun menolaknya seraya mengingatkan akan pedihnya azab neraka. Namun semua usahanya sia-sia belaka. Setiap perkataan yang diucapkan pemuda itu justru membuat wanita itu semakin tergila-gila dan tertantang untuk menaklukkannya. Namun pemuda itu tetap menolak ajakan tersebut. Karena sang pemuda tetap menolak, akhirnya wanita itu mengancam, “Jika kamu tidak menuruti apa yang kuminta, aku akan berteriak sekeras-kerasnya dan mengatakan kepada semua orang bahwa engkau akan memperkosaku.”

Mendengar ancaman tersebut, sang pemuda mencoba mencari jalan keluar. Ia tak mau melakukan maksiat, tapi juga tak mau mengalami hal yang konyol. Tak lama kemudian, pemuda tersebut tersenyum lalu berkata, “Baiklah. Bolehkah aku ke kamar mandi untuk membersihkan badanku terlebih dahulu?”

Begitu mendengar permintaan itu, wanita tersebut sangat gembira dan mempersilahkan sang pemuda ke kamar mandi. Sang pemuda pun segera masuk ke kamar mandi dan berpikir mencari jalan keluar dari ajakan maksiat tersebut. Akhirnya, tebersit dalam pikirannya untuk mengotori badan dengan kotorannya sendiri. Sejurus kemudian, pemuda tersebut melaksanakan niatnya meski ia jijik, mual, dan sempat muntah. Sambil meneteskan air mata, ia berdoa, “Ya Allah ya Rabbi, karena rasa takutku pada-Mu-lah aku melakukan ini. Maka gantikanlah untukku yang lebih baik,” lalu keluar dari kamar mandi. Begitu melihat keadaan sang pemuda, wanita tersebut terkejut bukan main. Ia merasa jijik, lalu menjerit dan berteriak dengan keras, “Keluarlah, hai orang gila! Jangan kau kotori rumahku!”

Sang pemuda kemudian keluar dan berpura-pura bertingkah seperti orang gila. Begitu sampai di luar, ia segera mencari jalan yang sepi menuju rumahnya. Ia tidak ingin ada orang yang menganggap dia benar-benar gila karena hal itu akan membuat dagangannya tidak laku. Meski sesekali bersembunyi, tetap saja ada orang yang melihatnya dan mereka terheran-heran dan menertawakannya. Ia merasa sangat lega ketika sampai di rumahnya. Ia pun langsung melepas pakaiannya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya.

Ketika ia keluar dari kamar mandi, Allah Swt. menunjukkan kekuasan-Nya. Allah menjadikan bau harum yang luar biasa memancar dari seluruh pori-pori tubuhnya hingga ajal menjemputnya. Harumnya tercium dari jarak beberapa meter. Akhirnya ia pun dikenal dengan sebutan “Al-Miski” atau Orang Yang Seharum Kesturi.

Kisah ini menjadi bukti keagungan Allah. Kisah nyata ini masih bisa dilihat bekasnya di tanah Syam. Di sana ada sebuah makam yang tertuliskan “Al-Miski”. Itulah kuburan Si Penjual Kain Keliling telah berhasil menjaga kesuciann dirinya.

Dalam pandangan nafsu, tentu saja zina itu indah. Seseorang yang menghabiskan waktunya di diskotik sambil menikmati hidangan kupu-kupu malam alias wanita penghibur tidak akan menyadarinya kalau bencana akan datang di kemudian hari. Ketika terjangkit penyakit kelamin yang membahayakan, barulah dia sadar bahwa yang dilakukannya selama ini melanggar hukum-hukum Allah. Beruntung kalau ia masih diberi kesempatan bertobat. Tapi bagaimana jika penyakit kelamin yang di derita langsung merenggut nyawa tanpa ada kesempatan bertobat. Tentu siksa neraka yang akan ia dapat di akhirat. Naudzubillah min dzalik.

Karenanya, marilah kita sama-sama berlindung dari godaan dunia, dalam hal ini zina. Beberapa abad silam, Allah Swt. telah mengingatkan hamba-Nya untuk mewaspadai kenikmatan duniawi yang bersifat sementara. “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Q.S. Ali Imran [3]: 14). Semoga kita tidak terlena oleh kenikmatan dunia yang akan membuat kita sengsara di akhirat. Amin.

(Visited 71 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Godaan Zina dan Kisah Al-Miski”

  1. tisa nurlita hassan

    Amin yra

Leave a Comment