Mau Gigi Bagus dan Sehat? Jangan Makan Sembarangan!

Oleh : Dr. Nur Fatimah, SpGK, M.S.

Kasus gigi berlubang, baik pada anak maupun orang dewasa cukup banyak kita temui di sekitar kita. Gigi berlubang dikenal juga dengan sebutan penyakit karies dentis. Salah satu survei menyatakan bahwa gigi berlubang dapat menyebabkan kehilangan hari sekolah bagi anak dan remaja serta penurunan produktivitas bagi karyawan, jumlahnya cukup signifikan.

Faktor nutrisi cukup berperan dalam kasus karies dentis. Dalam kaitannya dengan gigi berlubang, makanan terbagi atas makanan yang menyebabkan karies dentis (cariogenic food) dan makanan yang menghambat proses karies (anticariogenic food serta cariostatic food).

kelompok makanan tang termasuk ke dalam cariogenic food adalah makanan yang mudah difermentasi oleh bakteri di rongga mulut yaitu bahan makanan sumber karbohidrat. Semakin sederhana struktur karbohidrat maka akan semakin mudah makanan tersebut difermentasi oleh bakteri. Fermentasi bakteri akan menghasilkan zat yang bersifat asam sehingga akan menurunkan keasaman rongga mulut. Keasaman di bawah 5,5 akan meningkatkan resiko larutnya lapisan mineral padat sehingga lambat laun gigi akan semakin menipis atau berlubang. Bahan makanan sumber karbohidrat yang strukturnya lebih kompleks serta mengandung serat (seperti makanan yang masih dalam bentuk alami) akan lebih sulit difermentasi oleh bakteri.

Nasi, umbi-umbian, dan buah-buahan dengan kadar air lebih banyak akan menurunkan risiko karies dentis. Selain itu, proses mengunyah yang lebih lama akan meningkatkan produksi saliva sehingga memperpendek waktu transit bakteri dan memperlancar pencernaan. Dari paparan tersebut, sebaiknya kita membatasi konsumsi makanan yang bersifat cariogenic seperti pemakaian gula lebih dari 10% konsumsi karbohidrat, permen, berbagai makanan ringan (baik kue basah maupun kering), buah kering, selai, serta minuman manis (termasuk soft drink dan sport drink).

promooktober

Makanan yang bersifat cariostatic adalah makanan yang tidak akan difermentasi oleh bakteri bila berada kurang dari 30 menit di dalam rongga mulut. Termasuk ke dalam kelompok ini adalah bahan makanan sumber protein, lemak, dan sayuran. Untuk mencegah proses karies oleh bahan makanan tersebut, kita dianjurkan untuk menyikat gigi sebelum 30 menit setelah makan. Bahan makanan sumber protein bersifat menetralkan keasaman sehingga akan memperlambat demineralisasi.

Makanan yang bersifat menghambat proses karies dentis (anticariogenic food) antara lain gula alkohol seperti yang terdapat dalam permen bebas gula. Gula sorbitol yang terkandung di dalam permen bebas gula tidak akan difermentasi oleh bakteri. Gula buatan seperti aspartame dan saccharin tidak dimetabolisme oleh bakteri rongga mulut. Bahan makanan sumber mineral seperti sumber kalsium dan fosfor bersifat proteksi terhadap keasaman. Susu dan keju adalah salah satu kombinasi nutrien yang sangat baik karena mengandung protein yang menetralkan keasaman dan kalsium yang bersifat protektif. Makanan lain yang bersifat protektif adalah coklat yang mempunyai efek proteksi sepeti mineral. Oleh karena itu, sangat baik bila kita memilih coklat dalam bentuk bar dengan kualitas baik (tinggi kandungan susunya dan coklatnya tapi rendah kadar gulanya) seperti dark chocolate.

Faktor lain yang mempengaruhi proses kerusakan gigi adalah frekuensi makan dan lamanya mulut terekspos dengan makanan. Semakin lama makanan berada dalam mulut, maka akan semakin lama pula proses fermentasi dalam mulut. Semakin banyak frekuensi makan juga akan meningkatkan resiko karies dentis. Anak-anak pada umumnya tidak cukup tiga kali makan untuk memenuhi kebutuhannya kalorinya setiap hari karena jumlah makanan yang dikonsumsi terbatas. Inilah kemudian yang membuat insiden karies sebagian besar terjadi pada anak. Hal yang sama juga terjadi pada penderita bulimia nervosa. Seringnya muntah pada penderita bulimia akan menyebabkan aliran balik asam lambung ke rongga mulut yang sangat iritatif terhadap jaringan di mulut.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dari aspek nutrisi? Di samping menjaga kebersihan gigi untuk menurunkan jumlah bakteri mulut, kita harus menelaah kebiasaan makan, baik jumlah, frekuensi, serta lamanya waktu makan. Makan teratur dengan variasi makanan cukup baik (sehingga kompisisi makanan yang bersifat cariostatic dan anticariogenic lebih tinggi) mudah-mudahan dapat membantu menjaga kerusakan gigi karena karies dentis.

Editor Bahasa: Santy

(Visited 18 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment