Anak Merengek Mau “Facebook-an”

TANYA :

Teh Sasa, saya bingung. Anak saya merengek minta dibuatkan akun facebook seperti teman-teman sekolahnya. Mereka mengajak anak saya untuk berteman di facebook. Kata anak saya, teman-temannya dibuatkan facebook oleh papa atau mamanya. Menurut teh Sasa, perlukah anak saya ini mempunyai facebook? Usia anak saya baru kelas 5 SD. Saya sendiri tidak suka dan kurang setuju dengan facebook. Saya agak ngeri setelah membaca ada kasus-kasus kriminal yang melibatkan anak-anak dan orang dewasa melalui lewat facebook. Terimakasih atas jawabannya.

iklan donasi pustaka2

 

JAWAB :

Ibu, saya dapat memahami keberatan dan kekhawatiran ibu rasakan. Menurut pendapat saya, pembawaaan semua anak umumnya sama, senang bertanya, senang punya teman sebaya, suka dan mudah meniru tingkah orang-orang di sekelilingnya, serta suka coba-coba (eksplorasi). Mereka belum tahu tindakan mana yang membahayakan dirinya ataupun orang lain. Maka dari itu, sebaiknya orangtua mendampingi anak sejak dini dengan memberikan perhatian dan serta memiliki sikap sabar. Kita juga harus menyeleksi apa yang pantas untuk dibaca atau ditonton oleh anak. Kita juga harus mengarahkan dan mengetahui atau mengenal dengan siapa anak bergaul. Sedini mungkin kita harus menanamkan dasar-dasar keimanan, akhlak, fikih ibadah agama, memberikan stimulasi intelektul, emosional, dan fisik motorik secara bertahap sesuai dengan usianya.
Islam memberikan tuntunan bagi orang tua dalam mendidik anak. Tuntunan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Orangtua dan lingkungan seabgai pembentuk karakter anak.
Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada dari yang dilahirkan kecuali ia dilahirkan dalam keadaan suci (pada fitrahnya), maka orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, dan Majusi, sebagaimana binatang melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna, apakah engkau melihat cacat padanya?” (H.R. Muslim)

Keluarga, teman, dan sekolah adalah filter (saringan) atas pengaruh lingkungan yang kurang baik. Sebagai orangtua, kita harus dapat mengarahkan dan memberi fondasi sikap dalam memanfaatkan teknologi, terutama facebook. Dalam memenuhi permintaan anak untuk dibuatkan akun facebook, hal tersebut hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan anak. Agar lebih aman, dampingi mereka dalam mengoperasikan facebook. Kalau anak belum baligh dan dinilai belum layak, tidak ada salahnya menolak keinginan anak tersebut. Salurkan minat dan perhatiannya pada kegiatan lain.

2. Sampaikan dengan penuh kasih kasih sayang.
“Sayangilah makhluk yang di bumi, pasti Zat yang di langit akan menyayangimu.” (H.R. Thabrani)

“Kalian tidaklah beriman sehingga kalian menyayangi. Para sahabat menyahut: ‘Wahai Rasulullah, kami ini semua penyayang!’ Rasulullah Saw menukas: ‘Kasih sayang yang sebenarnya bukan cuma terhadap saudara atau terhadap kawannya saja, tetapi terhadap manusia seluruhnya.’”(H.R. Thabrani)

3.Anak sebagai amanah dan ujian.
Allah Swt. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul dan (janganlah) kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan depadamu sedangkan kalian mengetahui. Dan ketahuilah bahwa harta dan anak-anak kalian hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Q.S. Al-Anfaal [8]: 27-28)

4. Anak sebagai investasi kebaikan.
Allah Swt. berfirman, “Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.’” (Q.S. Al-Furqan [25]: 74)

5. Jagalah diri dan keluarga dari api neraka.
Allah Swt berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya para malaikat yang kasar dan keras, yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan mereka selalu melaksanakan apa yang diperintahkan (Allah).” (Q.S. At-Tahriim [66]: 6)

Semoga, ibu (dan bapak) dapat meningkatkan limpahan cinta dan belaian kasih sayangnya sesuai dengan tuntunan keterangan Allah Swt. dan Rasul-Nya seperti disebutkan di atas. Kuncinya, berikan waktu yang cukup untuk anak dan beri arahan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan tanpa tekanan, ancaman, atau pun kekerasan. Wallahu ’alam bishawwab.

(Visited 15 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment