Jangan Percaya Ramal-Meramal Menyesatkan

galaksi

“Maka ketika Aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan ruh-Ku ke dalamnya, maka tunduklah sujud kepadanya.” (Q.S. Al-Hijr [15]: 29)
Manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Tubuh (fisik) manusia mulai terbentuk pada saat terjadi pembuahan antara sperma dan ovum di dalam rahim ibu. Adapun ruh, baru ditiupkan kemudian. Dalam Sahih Bukhari, Abdullah bin Masud meriwayatkan sebuah hadis yang menyatakan bahwa setiap (calon) manusia telah ada di perut ibunya dalam bentuk segumpal darah dalam kurun waktu 40 hari pertama usia kehamilan.

Pada 40 hari kedua, ia berbentuk daging dan pada 40 hari ketiga, Allah mengutus malaikat untuk menuliskan 4 perkara (nasibnya, umurnya, sengsaranya, dan bahagianya), lalu ditiupkan ruh padanya. Jadi, takdir manusia itu ditulis pada hari ke-120 usia janin dalam kandungan ibu. Karenanya, sebaiknya orangtua pada hari itu banyak membaca Al-Qur’an, melaksanakan ibadah, dan mendoakan janin agar memperoleh takdir yang baik.

iklan donasi pustaka2

Manusia lengkap (jasmani plus rohani) terwujud pada usia kehamilan 120 hari dan bukan pada hari ia dilahirkan yakni sekitar 5 bulan kemudian atau 9 bulan 10 hari sejak mulai mengandung. Dengan demikian, ramalan nasib yang berdasarkan weton, hari lahir dan pasaran (seperti Kamis Wage atau Jumat Kliwon) tentu tidak tepat.

Demikian pula halnya dengan perhitungan (peruntungan) astrologi berdasar tanggal dan bulan kelahiran (zodiak, red.) menjadi meleset. Terlebih sekarang banyak bayi yang lahir melalui proses operasi caesar yang memungkinkan orangtua memilih hari serta tanggal lahir (yang kemudian akan menjadi hari ulang tahun) anaknya. Hal ini tentu menjadikan ramalan perjodohan (berdasarkan zodiak) tidak akurat lagi. Penggolongan sifat dan keberuntungan berdasarkan shio menurut tradisi Cina juga bisa keliru. Demikian juga perhitungan status kebugaran fisik, mental, dan emosi dengan grafik bioritme perlu digeser tanggal awalnya.

Pantas kalau selama ini ramalan-ramalan seperti itu tidak pernah cocok. Hari lahir lebih mudah diketahui karena disaksikan dukun beranak, bidan, suster, atau pun dokter. Tetapi hari jadi (yakni hari ke-120 kehamilan) masih sulit dipastikan sehingga masih berdasarkan pada perkiraan dan perasaan.

Namun demikian, Penulis berkeyakinan, kelak pada saatnya nanti, ilmu kedokteran akan bisa menentukan dengan persis hari jadi setiap janin manusia lengkap dengan tanggal dan jamnya. Dengan demikian, mungkin nanti perlu kolom tambahan dalam KTP, yakni tanggal jadi di samping tanggal lahir. Sebelum hal itu tercapai, sebaiknya semua bentuk ramalan dikesampingkan saja, sebab sudah pasti keliru. Wallahu a’lam.

Penulis :  H. Bambang Pranggono

Editor Bahasa: Santy

(Visited 17 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment