Napak Tilas Spiritual di Palestina (Bag 2)

Oleh : Zaenab Azzahra

AL-Aqsha di Ambang Kehancuran

promooktober

Banyak orang salah mempersepsikan keberadaan masjid Al-Aqsha. Menurut penjelasan pemandu kami, yang disebut masjid bukanlah tempat untuk melaksanakan shalat atau bangunan berkubah warna emas, melainkan sebuah lahan. Istilah masjid Al-Aqsa lebih ditujukan pada sebuah lahan dan bukan hanya area untuk melaksanakan shalat saja.

Bagi umat Islam, masjid Al-Aqsha menyimpan banyak sekali sejarah penting. Yang sudah pasti kita semua ingat adalah bahwa di masjid inilah titik tolak Rasulullah ber-miraj ke sidratul muntaha. Subhanallah, dengan mata kepala sendiri, kami dapat melihat sebuah batu yang di atasnya tercetak dua buah telapak kaki yang diyakini adalah telapak kaki Rasulullah. Di sinilah persisnya Rasulullah menjejakkan kaki sebelum akhirnya meneruskan perjalanan miraj untuk bertemu Allah Swt. dan kemudian mendapatkan perintah shalat lima waktu.

Di kompleks masjid Al-Aqsha terdapat Dome of Rock yang oleh orang Yahudi selalu digambarkan sebagai masjid Al-Aqsha dan dibangun pada tahun 687 M atau lebih lama dari zaman Rasulullah Saw. Di kompleks ini juga terdapat kubah Al-Silsilah yang tak ubahnya seperti miniatur Dome of Rock. Masih di komplek masjid Al-Aqsha, kita juga dapat melihat sebuah bangunan yang disebut masjid Buraq yang terletak 6 meter di bawah permukaan tanah. Menurut pemandu kami, di tempat inilah Rasul meninggalkan Buraq sebelum akhirnya beliau naik ke Sidratul Muntaha. Masih menurut pemandu, masjid Al-Aqsha pernah dijadikan gereja ketika muslim kalah dalam perang salib pertama.

Sayang, masjid Al-Aqsha saat ini benar-benar di bawah kekuasaan Israel. Penjagaan ketat oleh tentara Israel membuktikan bahwa masjid yang menjadi kebanggaan umat Islam ini benar-benar dijauhkan dari Islam. Banyak umat Islam dari berbagai pelosok dunia yang ingin mengunjungi masjid Al-Aqsha sengaja dipersulit untuk berkunjung. Ini terlihat dari sedikitnya jumlah pengunjung yang terlihat pada saat kami berada di sana. Meski demikian, pada hari Jumat biasanya masjil Al-Aqsha ramai didatangi pengunjung baik dari dalam maupun luar Palestina. Tentu saja, kunjungan tersebut tidak dilakukan dengan mudah. Mereka harus melewati tembok tinggi yang dibangun Israel untuk mengisolasi masjid Al-Aqsha. Entah bagaimana caranya, orang-orang Hamas bisa melalui tembok yang dijaga ketat oleh tentara Israel tersebut. Beberapa orang yang dikenali sebagai hafiz (penghafal Al-Quran) atau mahasiswa di bidang agama biasanya ditahan tidak boleh masuk. Bahkan, Perdana Menteri Palestina harus menggunakan visa Israel untuk bisa masuk ke masjid.

Penjagaan ekstra ketat di masjid Al-Aqsha dilakukan Israel dengan menempatkan tentaranya untuk memata-matai kegiatan muslim di dalam masjid. Memang, di pagi hari penjagaan dilakukan oleh tentara Palestina. Namun demikian, tentara Israel tetap mengintai dari tempat-tempat tersembunyi. Pada malam hari, tentara Israel menjaga Al-Aqsha secara total. Pemilihan waktu berjaga pada malam hari ini bukan tanpa alasan. Israel yang memang ingin menghancurkan masjid Al-Aqsha, melakukan aktivitas picik (penghancuran masjid) pada malam hari agar tidak diketahui. Perlu diketahui bahwa masjid Al-Aqsha terdiri dari bangunan lama dan bangunan baru. Bangunan lama adalah bangunan yang telah ada ketika zaman Rasul sedangkan bangunan baru dibangun sekitar 712 M oleh Walid bin Abdul Malik. Bangunan baru ini didirikan di atas bangunan lama. Nah, bangunan lama inilah yang ingin dihancurkan oleh orang Yahudi. Usaha penghancuran ini terlihat dari pembuatan terowongan di dalam masjid Al-Aqsha. Mereka berharap agar ketika suatu saat terjadi gempa, maka Al-Aqsha (yang telah dilubangi dengan dibuat terowongan di dalamnya) akan hancur dengan sendirinya. Namun demikian, kehandak Allah berkata lain. Al-Aqsha masih tetap berdiri atas kekuasaan-Nya.

Mengenal Palestina Lebih Dekat
Orang Palestina terlihat sangat ramah. Mereka senang mendapat kunjungan dari saudara-saudara seiman dari berbagai negara. Ada sifat unik orang Palestina yang saya lihat ketika berkunjung ke sana. Orang Palestina kerap memberikan hadiah (dalam bentuk apa pun) ketika dipuji. Contohnya, saat itu teman saya memuji mukena yang dipakai oleh salah seorang muslimah Palestina. Dipuji seperti itu, muslimah Palestina tersebut langsung memberikan mukenanya kepada teman saya.

Karakteristik orang Palestina berbeda dengan orang Arab pada umumnya. Dari segi pakaian misalnya, orang Arab berpakaian serba hitam dari atas sampai bawah, sementara orang Palestina lebih modis. Kaum wanitanya biasa memakai kerudung kain (seperti muslimah Indonesia) yang dipadukan dengan sejenis blazer panjang. Bagi kaum lelakinya, mereka kerap mengenakan kaos bahkan bagi mereka yang dikatagorikan shaleh sekalipun. Mungkin hal ini dilakukan untuk menghindari kecurigaan tentara Israel.

Kegiatan sehari-hari warga Palestina adalah berdagang. Orang Palestina lebih lancar berbahasa Inggris bila dibandingkan orang Arab. Hal ini dikarenakan interaksi mereka dengan banyak turis yang berkunjung ke Palestina. Dalam hal makanan, Palestina tidak jauh berbeda dengan orang Arab pada umumnya. Mereka biasa mengonsumsi roti-roti panjang dan yoghurt yang rasanya sangat asam. Rata-rata, harga makanan dan minuman (seperti jus) dijual dengan harga 3 sekel (1 sekel setara dengan 1 dollar atau Rp. 10.000,-).Tidak lengkap rasanya berkunjung ke satu wilayah tanpa membawa oleh-oleh. Untuk hal yang satu ini, Kota Lama menyediakan banyak sekali pilihan oleh-oleh seperti pernak-pernik Al-Aqsa, baju, gelang yang bergambar bendera Palestina, atau gantungan kunci. Tapi tentu saja, oleh-oleh yang tak ternilai harganya bagi saya adalah pengalaman napak tilas spiritual dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Palestina yang saya bagi dengan pembaca setia MaPI. Suatu saat, saya berharap dapat kembali ke Palestina dengan kondisi di sana yang lebih baik lagi. Ya, saya berharap dan berdoa suatu hari nanti Palestina meraih kemerdekaan atas wilayahnnya dan Yahudi segera angkat kaki dari sana. Amin. (TAMAT) (Seperti dituturkan kepada Ahmad)

(Visited 8 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment